Harlah NU Ke-85

Jakarta, “NU konsisten menegakkan negara kebangsaan yang berketuhanan, bukan negara agama dan bukan negara sekuler yang menyingkirkan agama. Sikap NU yang konsisten itu sangat diperlukan.”

Demikian dikatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pidato sambutan pada Peringatan Hari Lahir ke-85 Nadhlatul Ulama siang tadi di Gelora Bung Karno, Jakarta.
Yudhoyono memuji sejumlah sikap organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut karena sikap NU yang menyatakan diri konsisten menegakkan empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara, yaitu Negara Kesatuan RI, Pancasila, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika.
Sejumlah tokoh tampak di tribun utama mengikuti puncak harlah. Di antaranya hadir Ketua DPR RI Marzuki Alie, Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, Wakil Ketua MPR RI Lukman Hakim Syaifuddin, Ketua DPD RI Irman Gusman, Menteri Agama Suryadharma Alie, Menteri Pendidikan M Nuh, dan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar.
Tak ketinggalan, mantan Wakil Presiden RI M Jusuf Kalla, Shinta Nuriyah Wahid beserta para putrinya, para duta besar, mursyid thoriqoh, dan lain-lain.
SBY mengeaskan, sikap konsisten dalam beragama dan berbangsa diperlukan agar Indonesia dapat menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayahnya dari berbagai ancaman.

“NU mampu menunjukkan keteladanan dan kepeloporan dalam menjalankan ajaran agama Islam, serta membumikan Islam sebagai agama rahmat bagi alam semesta,” ujar SBY.
NU juga, kata Yudhoyono, memiliki reputasi baik dalam sejarah perjuangan bangsa. Dia juga mendukung upaya NU yang terus mengkritisi kebijakan pemerintah yang tak sesuai dengan kepentingan rakyat.NU Online