Majalengka – Komposisi ideal antara belaja pegawai dan belanja publik sebesar 60 ; 40 persen nampaknya juga sulit diterapkan di Kabupaten Majalengka.


Belanja pegawai di Kabupaten Majalengka di APBD tahun 2011 dalam komponen belanja tidak langsung mencapai Rp.740.521.692.458. Ditambah dalam komponen belanja langsung juga terdapat belanja pegawai mencapai Rp.73.271.092.356.

Wakil Ketua DPRD Majalengka, Nasir mengakui agak sulit mencapai komposisi ideal antara belanja pegawai dengan belanja publik. Namun tergantung bagaimana cara memandangnya kalau menurut struktur APBD belanja publik mencapai 30 persen.

“Idealnya memang 40 persen belanja publik namun agak sulit, porsentase saat ini adalah belanja pegawai sekitar 69 persen dan belanja publik 31 persen, ” kata Nasir dalam pesan blackberry mesengernya kepada majalengka-online.com, Kamis (7/7/2011).

Masih sulitnya komposisi ideal tersebut, Nasir menambahkan karena jumlah pegawai masih terlalu besar sehingga kewajiban untuk memenuhi belanja pegawai juga besar.

Untuk itu, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) harus memfokuskan penerimaan pegawai sesuai dengan prioritas kebutuhan. Di samping itu, BKD juga harus mengefektifkan pegawai yang sudah ada. (Majalengka Online)