Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa  Muhaimin Iskandar mengklaim, hubungan antara PKB dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama  telah baik pasca-konflik di internal PKB. Menurut dia, PKB dan PBNU akan bersama-sama memenangi pemilu 2014 .
“Hubungan PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) dengan Pengurus Besar NU sangat-sangat kondusif,” kata Muhaimin saat membuka Rakornas II di Kantor DPP PKB di Jakarta, Minggu (5/6/2011).
Muhaimin menjelaskan, ia dan Said Agil, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), akhir-akhir ini bersama-sama keliling Indonesia untuk menentang berbagai aliran radikal yang menimbulkan aksi terorisme dan kekerasan. Menurut dia, PKB dan NU sepakat bahwa umat Islam menolak aksi kekerasan dan terorisme.

“Tidak ada pilihan bagi PKB dan NU, kata Pak Said Agil ke mana-mana, untuk bersatu dan memenangi Pemilu 2014,” ucap Muhaimin.

Setelah selesai konflik antara PKB dan PBNU, kata Muhaimin, pekerjaan selanjutnya adalah menambah pangsa baru untuk persiapan Pemilu 2014. Hasil diskusi DPP, kata dia, sepakat untuk mempercepat pendaftaran bakal calon legislatif 2014, yakni pada akhir 2011 atau awal 2012.

“Hasil diskusi di DPP, paling tidak kita harus memberi porsi calon legislatif tahun 2014, yakni 10 persen dari kaum buruh, 10 persen kaum dari profesional, 10 persen dari kaum wartawan, dan 10 persen dari kaum guru. Kita yakin DPR 2014 jauh lebih baik dan lebih beradab dibanding DPR sebelumnya,” ujar dia disambut riuh tepuk tangan para pengurus PKB.