JAKARTA: Kemenakertrans dan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur bersepakat menjalin kerja sama ketenagakerjaan guna menanggulangi pengangguran.

Salah satu bentuk kerja sama tersebut diwujudkan dengan pemberdayaan para santri pesantren melalui berbagai program pelatihan keterampilan kerja di balai latihan kerja (BLK) milik Kemenakertrans.

Menurut Menakertrans Muhaimin Iskandar, kerja sama itu merupakan sinergitas antara ormas Nahdlatul Ulama, masyarakat, dan pemerintah untuk bersama mencari solusi ketenagakerjaan, khususnya menanggulangi pengangguran di Indonesia.

“Nahdlatul Ulama sebagai organisasi massa terbesar di Indonesia diharapakan dapat membantu menyukseskan program pemerintah, khususnya dalam ketenagakerjaan untuk menanggulangi pengangguran,” ujarnya seperti keterangan pers yang diterima Bisnis, hari ini.
Muhaimin menjelaskan dalam kerja sama itu, Kemenakertrans memberikan paket bantuan senilai Rp26 miliar yang terdiri dari bantuan padat karya produktif 95 paket, program teknologi tepat guna 10 paket dan subsidi program wirausaha 20 paket.

Selain itu, ada juga bantuan paket pelatihan kewirausahaan lima paket, peralatan pelatihan 15 paket, rumah terampil 15 paket, serta diberikan juga bantuan corporate social responsibility sekitar Rp1 miliar.

“Dengan bergulirnya program kerja sama ini, diharapkan dalam waktu yang tidak terlalu lama dapat menyiapkan tenaga terampil yang akan menjadi tenaga kerja mandiri,” ungkap Muhaimin.

Selain pemberian pelatihan ketrampilan kerja, Kemenakertrans juga akan menggalang pengusaha dan perusahaan untuk menciptakan ketersediaan lapangan kerja bagi tenaga terampil itu.

Hal itu sangat diperlukan, karena data Badan Pusat Statistik menunjukkan hingga Februari 2011, jumlah pengangguran terbuka di Indonesia mencapai 8,12 juta orang.

Meski demikian, jumlah ini turun dibandingkan data per Agustus 2010 yang tercatat 8,32 juta orang atau 7,14% dari jumlah angkatan kerja 116,5 juta orang.  (sumber: bisnis.com)