JAKARTA. Pemerintah menggulirkan program produk unggulan kabupaten. Program ini untuk membangun daerah yang tertinggal. Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Helmy Faisal Zaini menjelaskan, program yang dilakukan di183 kabupaten tertinggal ini bertujuan menggalakkan komoditas lokal. “Program ini melibatkan komunitas masyarakat lokal,” ujar Helmy, Senin (2/5).

Dia mencontohkan Maluku. Menurutnya, Maluku cocok sebagai lokasi pengembangan rumput laut lantaran 93% wilayahnya merupakan kawasan perairan. Untuk program ini, Kementerian PDT menggandeng lima kementerian/lembaga untuk mengembangkan rumput laut di kawasan timur Indonesia.

Kelimanya adalah Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Koperasi dan UKM, Badan Koordinasi Penanaman Modal. Kerjasama ini untuk mengembangkan rumput laut di 33 kabupaten tertinggal di Sulawesi, Maluku dan Nusa Tenggara.

Program daerah tertinggal ini juga akan bersinergi dengan program koridor ekonomi. Sebab, Menteri Asal PKB ini mengatakan, daerah tertinggal membutuhkan pembangunan infrastruktur utama untuk mempercepat pembangunan daerah tertinggal. “Misalnya akses jalan trans Papua, kemudian pelabuhan akan membantu mempercepat arus distribusi barang,” terang politisi Partai kebangkitan Bangsa itu.

Sebagai informasi, tiga koridor ekonomi tersebar di kawasan timur Indonesia. Cakupannya adalah koridor Sulawesi dan Maluku utara, koridor Bali dan Nusa Tenggara, serta koridor Papua dan Maluku.

Helmy menambahkan anggaran Kementerian PDT untuk mengembangkan daerah tertinggal selama tahun 2011 sekitar Rp 1,1 triliun. “Kalau memang nanti ada penambahan anggaran, volume dari program plasma akan diperbanyak,” imbuhnya. (Sumber: kontan.co.id)