JAKARTA – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tetap optimis menghadapi Pemilu 2014 nanti. Berbekal dukungan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, kemunculan Partai Kedaulatan Bangsa Indonesia (PKB Indonesia) bentukan Zannuba Arifah Chafsoh (Yenny Wahid), mereka yakini tidak akan berpengaruh apa-apa.
     
Ketua Umum Dewan Tanfidz DPP PKB A. Muhaimin Iskandar menegaskan, pihaknya akan terus memperkuat dukungan dari PB NU dalam menghadapi pemilu mendatang. “Kekuatan di NU dan jajarannya akan terus dipersolid,” ujar Muhaimin Iskandar, usai acara diskusi, di Kantor DPP PKB, Jl. Raden Saleh, Jakarta, Minggu (1/5). 

Diskusi bertema “Mengokohkan Ahlussunnah Waljamaah, Mencegah Radikalisme dan NII”, juga menghadirkan Ketua Umum Tanfidziyah PB NU Said Aqil Siradj. Pemimpin NU yang terpilih Muktamar Makassar 2010 lalu itu ikut menjadi salah satu pembicara bersama-sama dengan Muhaimin Iskandar. Keduanya duduk berdampingan diapit para pembicara lainnya. 

Muhaimin menambahkan, selain dukungan dari PB NU dan jajarannya, pihaknya juga telah menyiapkan resep-resep khusus untuk mengoptimalkan perolehan suara pada Pemilu 2014. Potensi swing voter yang masih tinggi hingga saat ini yang akan menjadi sasaran. “Jadi, enggak ada pengaruhnya (partai Yenny),” tandas menteri tenaga kerja dan transmigrasi (menakertrans) itu. 

Menurut dia, masa-masa partainya melewati ujian berat sebenarnya sudah selesai. Yaitu, pada Pemilu 2009 ketika pihaknya dihadapkan dengan PKB yang terpecah-pecah. “Dan, buktinya kami sekarang masih bisa (bertahan),” ujar mantan ketua umum PB PMII tersebut. 

Dia juga menyatakan, kalau kelompok-kelompok yang dulunya terpisah, kini sudah bersatu kembali. “Kecuali yang tidak mau, kami tidak bisa paksakan, karena ini kan demokrasi,” pungkasnya.

Sementara itu, meski hadir dalam acara diskusi yang dihelat DPP PKB, Said Aqil belum mau mengungkapkan secara terang kemana arah dukungan PB NU nantinya. Termasuk, bagaimana posisi PB NU terkini setelah PKB Indonesia yang dikomandai putri Gus Dur, Yenny Wahid, resmi didaftarkan untuk mengikuti Pemilu 2014. 

Saat ditanya terkait hal tersebut, Said memilih untuk tidak dulu memberikan keterangan. “Saya belum bisa komentar,” kelit Said, pendek. Termasuk, saat ditanya terkait prospek PKB Indonesia kedepan, Said juga enggan menanggapi. “Itu menjadi urusannya Mbak Yenny, bukan saya,” katanya.  

Setelah acara diskusi, Said Aqil bersama Muhaimin Iskandar yang didampingi sejumlah petinggi PKB lainnya tampak bersama-sama masuk ke salah satu ruangan di kantor DPP PKB. Tidak diketahui pasti apa yang dibicarakan atau dilakukan saat itu.(dyn)