Jakarta – PKB menggelar pertemuan Forum Kerja Sama (Foksam) Legislatif dan Eksekutif PKB se-Indonesia di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta. Acara yang diikuti lebih dari 1000 kader di DPR/DPRD dan kepala/wakil kepala daerah dari PKB ini, digelar pada 17-19 April, kemarin.


Ketua DPP yang juga Ketua Fraksi Fraksi PKB DPR RI Marwan Ja’far, menjelaskan, forum ini bertujuan memperkokoh kembali tatanan perjuangan dari akar rumput hingga pengurus pusat. Dia menginginkan, PKB adalah pintu perjuangan untuk mengabdi kepada bangsa, PKB memiliki garis perjuangan yang muaranya kesejahteraan rakyat, kebaikan rakyat dan terbangunnya sistem bernegara yang baik. 

“PKB ini basis kekuatannya adalah rakyat Nahdlatul Ulama yang banyak tersebar di desa dan di kampung-kampung. Jadi jangan sampai pejaat daerah dari PKB melupakan rakyat kecil,” tegas Marwan.

Marwan memaparkan pertemuan dua hari itu memutuskan sejumlah hal. Pertama, PKB membentuk Satgas Jaring Kebhinekaan. “Kita membentuk Satgas karena sangat prihatin atas munculnya radikalisasi berbau SARA (Suku, Ras dan Agama), termasuk terorisme. Sementara negara belum serius menaganinya,” tandas Marwan.


Kedua, Foksam Legislatif dan Eksekutif PKB mendesak pemerintahan untuk meninjau kembali kontrak karya pertambangan yang tidak menguntungkan masyarakat dan negara. Ketiga, mendesak tidak boleh ada hegemoni penyederhanaan partai politik. Keempat, mendorong agar anggaran pedesaan terintegrasi dalam APBN/APBD sebesar 10 persen. (sumber: rakyatmerdeka)