JAKARTA – Dewan Koordinasi Nasional Gerakan Pemuda Kebangkitan Bangsa (DKN Garda Bangsa), lembaga underbow Partai Kebangkitan Bangsa, mengutuk keras aksi bom bunuh diri di masjid Adz Zikra Mapolresta Cirebon. DKN juga menyatakan keprihatianannya atas para korban luka khususnya dari Kepolisian.

DKN Garda Bangsa menduga tindakan tersebut merupakan salah satu upaya sistematis untuk mengadu domba umat beragama. Hal ini dilihat dari sederet peristiwa bernuansa agama mulai kasus penusukan pendeta di Cikeuting, Bekasi, serangan terhadap jemaat Ahmadiyah di Cikeusik, kerusuhan di Temanggung dan sebagainya.


“Ujungnya jelas mengadu domba sesama muslim dan membenturkan umat Islam dengan umat beragama lain,” ujar Ketua Umum DKN Garda Bangsa, M. Hanif Dhakiri, Jumat (15/4/2011) malam.


Hanif menduga aksi ini kemungkinan ini adalah desain dari sebuah operasi intelijen. “Ada indikasi kuat ingin menjadikan Indonesia seperti Indonesia dan iraq. Jika sebelumnya teror bom dilakukan di hotel-hotel, tempat hiburan dan kantor kedutaan sekarang mereka langsung ke jantung tempat ibadah,” jelasnya.


Sementara itu, Ketua Bidang Politik DKN Garda Bangsa, Zainul Munasichin mendorong Polri untuk segera menuntaskan kasus ini.


“Untuk menghindari kejadian serupa DKN Garda Bangsa mendukung penuh aparat kepolisian khususnya Densus 88 untuk mengusut tuntas kejadian ini dan terus memburu kelompok-kelompok yang tergabung dalam jaringan kekerasan atas nama agama,” tegasnya. (sumber: okezone)