Bondowoso, Keberadaan Madrasah Diniyah (Madin) dan Sekolah Swasta lainnya bukan hanya mendapat perhatian cukup dari besar Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Pemerintah Kabupaten Bondowoso juga memiliki kepedulian yang tinggi. Terbukti, pada tahun 2011 ini Pemkab Bondowoso mengalokasikan Rp 8 Milyar lebih untuk lembaga tersebut. Dana tersebut berasal dari Anggaran PBelanja Daerah (APBD). Rinciannya, Dana tersebut berasal dari APBD Provinsi Jawa Timur sebesar Rp 6 Milyar lebih dan sebesar Rp 2 Milyar lebih dari APBD Kabupaten Bondowoso.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso, Dra Hj Endang Hartatik, M.Pd, Senin (11/4), mengatakan, bahwa pada tahun 2011 ada 1323 lembaga, 1600 guru, dan 39.349 siswa yang mendapat bantuan. 


”Dana tersebut diperbantukan kepada lembaga mulai dari SD, SLB, SMP Satu Atap, SMP Swasta, Madin Ula dan Wustho, PPS Salafiyah Ula dan Wustho, Kejar Paket A dan B,” terang Endang. 


Mantan Kepala Sub Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso ini menambahkan, yang mendapat Bantuan Program Madin dan Guru Swasta itu bukan hanya lembaganya, melainkan juga guru dan muridnya. Hanya saja, kata Endang, bantuan tersebut hanya untuk 8 bulan. 


Sementara, anggaran bantuan terbesar adalah untuk lembaga dan siswa Madin Ula, yaitu sebesar Rp 4 Milyar lebih dengan jumlah lembaga 551 dan 35 ribu lebih siswa. Tiap murid SD, Madin Ula, dan Kejar Paket A mendapat bantuan Rp 15 ribu tiap bulan.


Sedangkan, untuk siswa SLB, SMP, Madin dan PPS Salafiyah Wustho, dan Kejar Paket B, masing-masing akan mendapat bantuan Rp 25 ribu tiap bulan. Sementara gurunya, mendapat biaya operasional sebesar Rp 300 ribu tiap bulan. (hdy/NU Online)