JAKARTA-Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Helmy Faishal Zaini punya cara tersendiri mempresentasikan tugasnya sebagai pembantu presiden. Sebagai anggota kabinet yang mengurusi daerah tertinggal, terdepan, terluar, perbatasan, dan pasca konflik, menteri asal PKB ini mengaku layaknya sebagai juru bicara para mustahiq.

’’Dalam kesempatan seperti ini saya merasa paling berbangga. Kenapa, karena saya ini sama seperti jubir dari para mustahiq saja sebenarnya, juru bicara dari orang-orang yang berhak menerima dan menikmati karya pembangunan negara ini,” kelakar Helmy saat memberikan sambutan usai penandatanganan naskah kesepahaman pengembangan pertanian untuk pembangunan daerah tertingggal bersama Menteri Pertanian (Mentan) Suswono di kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, kemarin (31/3).

Helmy mengatakan, dengan tanggung jawabnya yang besar untuk mengentaskan 183 daerah kategori tertinggal, anggaran PDT Rp 1,2 triliun tidaklah seberapa. Namun untuk menyiasati kecilnya anggaran ini, dia mempraktikkan jurusjurus khusus. Di antaranya dengan memaksimalkan koordinasi dengan kementerian lain dan terus mendorong program-program afirmatif. ’’Kalau dengan Mentan menyisihkan anggaran 5 triliun untuk afirmasi saya kira sangat terukur. Itu untuk pengembangan 183 daerah tertinggal yang kami sudah punya mappingnya. Targetnya terutama tentu untuk mendorong program kementan juga kaitannya dengan ketahanan pangan,’’ paparnya. (sumber: indopos)