Majalengka – Berkebun pisang di jalan. Inilah cara warga Desa/Kecamatan Cikijing, Kabupaten Majalengka untuk menarik perhatian pemerintah atas rusaknya JL.KH. Madsuri kawasan Terminal Cikijing. Sejak Senin (14/2) lalu, warga menanam beberapa pohon pisang dan ikan mujair akibat kesal, pasalnya jalan sepanjang 2 Km tersebut rusak parah dan berlobang.

Kekesalan warga cukup beralasan. Jalan yang rusak parah sejak tiga tahun lebih itu dibiarkan begitu saja tanpa ada upaya perbaikan meski beberapa kali warga meminta kepada aparat desa agar segera mengajukan perbaikan.

Ateng Jaelani (35), warga setempat mengaku heran dengan Pemerintah Daerah Majalengka, alokasi anggaran untuk penataan kawasan Bunderan Munjul saja lebih dari Rp1,5 Milyar, tetapi untuk jalan rusak yang hanya butuh kurang dari Rp200 juta saja di kesampingkan.

“Kayaknya lebih mementingkan penataan kota dari pada jalan rusak dan bolong, gedung SD ambruk, saluran irigasi ambrol, ” tegasnya kepada wartawan, Rabu (16/2).

Beberapa warga mengaku, pohon pisang tak akan dicabut, sebelum ada perhatian dan perbaikan dari pemerintah. Bahkan, warga mengancam akan menanam jenis tanaman lain jika aspirasi mereka tak diperhatikan. “Kalau perlu kami akan melakukan aski secara besar-besaran dengan melibatkan masa dalam jumlah banyak, “tegas salah satu warga (Majalengka online)