Majalengka–Radar Cirebon (30/4)–Temuan anggota DPRD Kabupaten Majalengka tentang keberadaan motor dinas (motdin) di Dinas Bina Marga dan Cipta Karya (BM dan CK), mengundang reaksi dari kejaksaan. Sejumlah pegawai di lingkungan Dinas BM dan CK diduga telah dipanggil untuk mengklarifikasi masalah tersebut.

Saat dikonfirmasi Radar, Kepala Kejaksaan Negeri Majalengka, Alviand Deswaldy SH membenarkan kalau pihaknya sudah membentuk tim untuk menyelidiki kasus motdin, seperti yang diungkapkan wakil rakyat di Radar.

“Kami belum memanggil para pejabat dilingkungan Dinas BM dan CK, tapi baru mengundang untuk dimintai klarifikasinya terkait pengadaan motdin,” kata dia, kemarin.

Saat ditanya berapa banyak pejabat dan pegawai yang sudah dimintai klarifikasinya, Kajari Alviand tidak merinci berapa persisnya yang sudah diundang.”Yang jelas sudah ada beberapa orang yang kami undang untuk klarifikasi saja,” tutur Kajari.

Kajari Alviand mengaku merespons keluhan dan temuan dari anggota dewan tersebut. Apalagi wakil rakyat juga meminta kalau ditemukan pelanggaran maka masalah motdin ini akan dibawa ke ranah hukum. Pihaknya juga telah membentuk tim dan mengumpulkan sejumlah keterangan pihak-pihak yang terkait. Ditegaskannya, kalau pihaknya belum menetapkan tersangka dalam masalah ini.

“Kita baru tahap klarifikasi dulu, belum ada tersangka dong,” ujarnya.