KERTAJATI MAJALENGKA–Proses pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di kecamatan Kertajati Majalengka sampai saat ini masih dalam tahap pemberkasan pembebasan lahan. Menurut keterangan pejabat Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Majalengka, Drs. Hendra Gumilar, di wilayah desa Kertajati sendiri tahapan pemberkasan pembebasan lahan telah mencapai angka 680 bidang dari total 781 bidang yang akan dibebaskan.
Hanya saja Hendra mengeluhkan kesulitan yang dialami dalam melakukan sisa pemberkasan. dikatakannya, kesulitan ini disebabkan karena sebagian lahan yang belum lengkap berkasnya adalah pemilik warga yang bukan bertempat tinggal di desa tersebut. “Rata-rata pemilik lahan yang belum lengkap berkasnya berasal dari luar kota, bahkan ada yang berasal dari Jakarta”, jelas Hendra.
Hendra mengaku telah melakukan proses ini sejak bulan oktober 2009. Diapun mengakui adanya keterlambatan dalam pemberkasan pembebasan lahan ini. Namun Hendra menolak jika pihaknya harus bertanggungjawab penuh dalam masalah ini. Dia mengaku sangat sulit untuk menghubungi pemilik lahan yang tidak berada di lokasi desa.
Kepala Desa Kertajati Mahfudin melalui sekretaris desa tuti Susilawati menjelaskan, pembangunan BIJB direncanakan akan dimulai pada tahun 2011. Dikatakannya, pembangunan BIJB Kertajati membutuhkan lahan sekitar 1.800 hektare dari dua desa yaitu desa Kertajati dan desa Bantarjati. “Desa Kertajati sendiri mengalami pembebasan lahan seluas 530 hektare”, ujar Tuti.
(sumber : Radar Cirebon, Jum’at (29/1)