MAJALENGKA- Rapat Badan Anggaran DPRD Majalengka, Kamis (28/1)hanya berlangsung sekitar 15 menit. Rapat yang menggagendakan pembahasan penyempurnaan APBD 2010 setelah mendapat evaluasi dari Gubernur Jawa Barat ini terpaksa ditunda. Ketua DPRD, H. Surahman, yang memimpin rapat tersebut menyatakan, keputusan penundaan pembahasan penyempurnaan APBD 2010 ini dikarenakan dokumen Rancangan Peraturan Bupati tentang Penjabaran APBD 2010 belum diserahkan kepada dewan.
Sebagaimana dimaklumi, APBD Kabupaten Majalengka Tahun Anggaran 2010 telah ditetapkan oleh DPRD pada tanggal 29 Desember 2009. Selanjutnya APBD tersebut dan Rancangan Perbub tentang Penjabaran APBD diserahkan kepada Gubernur Jawa Barat untuk dievaluasi. Hasil evaluasi Gubernur kemudian dibahas kembali oleh DPRD dan Eksekutif untuk disempurnakan dalam waktu 7 (tujuh) hari kerja sejak diterimanya hasil evaluasi tersebut.
Di tempat yang sama, Nasir, S.Ag., Wakil Ketua DPRD Majalengka menyayangkan eksekutif yang tidak menyerahkan Raperbup tersebut bersama-sama dengan dokumen hasil evaluasi. Padahal, menurutnya, Raperbup sangat dibutuhkan untuk memudahkan sinkronisasi antara APBD dengan Perbup. Sebab setelah adanya evaluasi dari Gubernur akan terjadi pergeseran dan penambahan pos-pos anggaran.”belum adanya dokumen Raperbup, maka Rapat Banggar ini tidak dapat diteruskan, padahal kita hanya punya waktu 7 hari kerja, saya sangat menyayangkan eksekutif tidak jeli dengan hal ini”, tegas Ketua DPC PKB Majalengka ini.