Terkait Sikap Otoriter Bupati

MAJALENGKA- Sikap Bupati Majalengka, H. Sutrisno, yang cenderung otoriter membuat kalangan Partai Politik di Majalengka merasa gelisah. Kamis malam (28/1) bertempat di sekretariat PPP Majalengka, berkumpul para pimpinan Parpol untuk mensikapi hal tersebut. Tampak hadir H. Yomanius Untung Ketua Partai Golkar, Nasir, S.Ag. Ketua PKB, Ir. Dedi Supriyadi Ketua PKS, Anda Suhanda Ketua Partai Demokrat, H. Zack Zakaria dari PAN, Marjono dari Hanura, Junaidi dari Gerinda, Multazam dari PKNU dan tuan rumah H. Pepep Saeful Hidayat Ketua PPP.
Acara informal yang dimulai pukul 20.30 WIB ini menyoroti sikap dan kebijakan Bupati Majalengka yang dinilai tidak memberikan ruang luas kepada partai-partai politik di majalengka untuk mengukuhkan eksistensinya di masyarakat. Hal ini tercermin dari sikap tidak akomodatif dan kooperatif Bupati terhadap Hak Bagjet DPRD. Bupati selalu menolak usulan program kegiatan APBD yang diajukan oleh DPRD. Kalaupun dalam pembahasan menerima, selalu tidak konsisten dalam pelaksanaannya.
Beberapa hal yang menjadi sorotan antara lain, terhapusnya Bantuan Keuangan dari Gubernur Jawa Barat Tahun 2009 untuk lembaga keagamaan sebesar Rp. 5,065 Miliar dikarenakan Bupati tidak menyetujuinya, tidak direalisasikannya bantuan sarana keagamaan dari APBD 2009 sebesar Rp. 1 miliar. dilaksanakannya proyek-proyek APBD pada masa injury time sehingga hasilnya tidak memuaskan, dan lain-lain.
Pada pertemuan itu, para ketua dan pimpinan partai sepakat untuk menguatkan barisan di parlemen agar lembaga ini berwibawa dan tidak disepelekan oleh Bupati.