MAJALENGKA Kebijakan Bupati terkait bantuan keuangan dari pemerintah Propinsi Jawa Barat untuk pembangunan gedung islamic center sebesar Rp. 300 juta dan Rp. 450 juta dianggap aneh dan menggelikan. Sikap Bupati tersebut tak urung mendapat sorotan tajam dan sangat disesalkan pihak DPRD.

Wakil ketua DPRD Majalengka, Moch. Nasir, S.Ag. mengatakan, sikap bupati tersebut sangat membingungkan. Bagaimana tidak, sikap tersebut dilakukan pada saat alokasi anggaran untuk kepentingan publik pada APBD kabupatan Majalengka sangat kecil. Mestinya kata dia, Bupati harus berterimakasih dan memudahkan pihak-pihak ketiga yang mau membantu rakyat Majalengka, baik itu yang berasal dari dana pusat maupun propinsi. Bukan Sebaliknya seperti yang dilakukan sekarang malah mempersulitnya. “Kami prihatin dan sangat menyesalkan kebijakan Bupati dalam masalah ini” Tegas Ketua DPC PKB Kabupaten Majalengka ini.
Menurut informasi yang berhasil dirangkum media ini, Bantuan keuangan dari propinsi Jawa Barat Tahun Anggaran 2009 sebenarnya lebih dari Rp. 5 miliar. Bantuan tersebut diperuntukan bagi lembaga-lembaga pendidikan keagamaan, pembangunan sarana keagamaan, pemberdayaan ekonomi kerakyatan dan lain-lain. Bupati Majalengka, menurut sumber lain, tidak bersedia menyetujui bantuan tersebut dikarenakan tidak jelas penanggungjawabnya.